Thursday, 4 August 2016

Piramida Penduduk dan Macam-Macam Piramida Penduduk serta Karakteristiknya



Piramida Penduduk dan Macam-Macam Piramida Penduduk serta Karakteristiknya

Piramida Penduduk
Piramida penduduk merupakan gambaran tentang struktur dan komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) yang digambarkan dalam bentuk piramida



Piramida Penduduk Muda (Expansive)
Karakteristik piramida penduduk muda sebagai berikut.
Berbentuk segitiga.
Piramida alasnya lebar dan meruncing ke puncak.
Jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian.
Menggambarkan pertumbuhan penduduk yanng cepat.
Menunjukkan kelompok umur pertengahan kecil dan angka ketergantungan sangat tinggi.
Menggambarkan kondisi penduduk negara berkembang.



Piramida Penduduk Dewasa atau Stasioner (Stationary)
Karakteristik piramida penduduk dewasa atau tetap sebagai berikut.
Berbentuk segi empat.
Menunjukan jumlah penduduk dalam keadaan tetap (statsioner).
Menggambarkan kelahiran dan kematian seimbang.
Kelompok umur pertengahan sangat besar dan angka ketergantungan sangat rendah.
Menggambarkan kondisi penduduk negara maju.



Piramida Penduduk Tua (Constructive)
Karakteristik piramida penduduk tua sebagai berikut.
Berbentuk tawon, bagian tengah lebih besar daripada bagian atas dan bawah.
Kelompok penduduk usia muda lebih sedikit dari usia tua..
Menggambarkan penduduk berusia tua.
Tingkat kelahiran dan kematian menurun, tetapi tingkat kematian lebih besar sehingga jumlah penduduk menurun.

Terjadi di negara Jepang dan Singapura.

Tuesday, 2 August 2016

Morfologi: Morfem Bebas dan Morfem Terikat beserta Contohnya dalam Bahasa Lampung


Pada Postngan sebelumnya yaitu menggunakan bahasa jawa, kali ini menggunakan bahasa lampung

Pengertian Morfologi

Morfologi sebagai bagian dari ilmu kebahasaan,mempelajari struktur intern kata,tata kata atau tata bentuk , Morfologi mengkaji unsur dasar atau satuan terkecil dari suatu bahasa. Satuan terkecil atau satuan gramatikal terkecil itu disebut morfem.

Morfem bebas adalah morfem yang dapat muncul dalam ujaran tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam ujaran.

Morfem terikat adalah  morfem yang tidak dapat muncul dalam ujaran tanpa digabung dulu dengan morfem lainnya.

Morfem bebas

Morfem yang dapat muncul dalam ujaran tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam ujaran.
Contoh:

Handak: Putih
Keghita: Berat
Selop: Sandal 
Jam culuk: jam tangan
Buwok: Rambut
culuk: tangan
Kawai: Baju
Keghsi: Kursi
Mija: meja
Cukut: Kaki
Daghak: Ladang
Teghai: Hujan
kabath: Lemari
Cetel : Ceret/Teko
Mubil: Mobil
Betoh: Lapar
Ghayoh: Panci
Sanak: Anak
 Tuha: Tua
Ghang: Tempat
Laya: Jalan
Teluy: Telor
Cabi: Cabe
 Jangguk: Jenggot
Jukuk: Rumput
Ipon: Gigi
Bebai: wanita

Morfem Terikat 
Morfem terikat adalah  morfem yang tidak dapat muncul dalam ujaran tanpa digabung dulu dengan morfem lainnya
Contoh:

Ngeguwaiko → Mengerjakan ( Nge - , -Ko : Morfem terikat )
Ijako → Kemarikan ( Kan : Morfem terikat)
Anyang → Menawar ( Me: Morfem terikat)
Nyukani → Memberi ( Mem: Morfem terkat )
Ayo → Silahkan ( Kan : Morfem terikat )
Bayen → Melahirkan ( Me – kan : Morfem terikat)
Bebed → Memakai kain atau sarung ( Mem: Morfem terikat )
Benten → Berbeda ( Ber : Morfem terikat )
Caturan → Pembicaraan ( Pem-an : Morfem terikat )
Clathu → Berkata ( Ber : Morfem terikat )
Cucul → Melepaskan ( Me- kan : Morfem terikat )
Dagang→ Berdagang ( Ber : Morfem terikat )
Dandan → Berhias atau berdandan ( Ber : Morfem terikat )
Nungali → Melihat ( Me : Morfem terikat )
Dolan → Bermain ( Ber : Morfem terikat
Dulang → Menyuapi ( Men-i : Morfem terikat )
Dumadi → Menjadi ( Men : Morfem terikat )
Nyilehke → Meminjamkan ( Mem-kan : Morfem terikat )
Delehke → Menaruh ( Me : Morfem terikat )
Ngadusi → Memandikan ( Mem- kan : Morfem terikat )
Ngeresi’i → Membersihkan ( Mem- kan : Morfem terikat )
Benten → Berbeda ( Ber : Morfem terikat )
a- + rupa = arupa ‘berupa’
a- + kembang = akembang ‘berbunga’
a- + sat = asat ‘sumur atau sumber mata air yang kering’
ma- + gawe = magawe ‘bekerja’ 
di- + pacul = dipacul ‘dibawa’
kok- + gawa = kokgawa ‘kaupacul’
-r- + gemet = gremet ‘merayap’
-l- + sundup = slundup ‘masuk’
-in- + gawa = ginawa ‘dibawa’
-um- + kukus = kumukus ‘nama pohon’
-um- + ayu = kumayu ‘merasa cantik’
-um- + dugi = dumugi ‘sampai, tiba’
-i + tandur = tanduri ‘nanami’
-e + sikil = sikile ‘kakinya’
-ake + ngesok = ngesokake ‘menuangkan’
-a + mangkat = mangkata ‘berangkatlah’
-ana + jupuk = jupukana ‘ambililah’
-an + pupur = pupuran ‘berbedak’
Pa-/-an + suket = pasuketan ‘tempat rumput’
Ka-/-an + pinter = kapinteran ‘kepandaian’
Pi-/-an + takon = pitakonan ‘pertanyaan’
Pra-/-an + tapa = pratapan ‘pertapaan’
Ke-/-an + banjir = kebanjiran ‘kebanjiran’
Sa-/-e + bubar = sabubare ‘setelah selesai’

Monday, 1 August 2016

Lapangan Bulu Tangkis dan Sarana Prasarana Bulu Tangkis



Oke, Kali ini lanjut tentang postingan mengenai Bulu Tangkis. soalnya mimin lagi demen ama olah raga ini, kali ini menjelaskan mengenai Lapangan Bulu tangkis dan Sarana Prasarana Bulutangkis. berikut penjelasannya.



Lapangan Bulu Tangkis



Lapangan Bulutangkis untuk Partai Ganda
  1. Panjang ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 13,40 meter
  2. Lebar ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 6,10 meter
  3. Luas ukuran lapangan bulu tangkis: 81,74 m2
  4. Ukuran tinggi tiang net: 1,55 meter
  5. Ukuran tinggi atas net: 1,52 meter
  6. Ukuran dari jarak net hingga garis service: 1,98 meter
  7. Ukuran jarak dari garis service hingga ke bagian sisi lapangan luar: 4,72 meter 


Ukuran Lapangan Bulutangkis untuk Partai Tunggal
  1. Panjang ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 11,88 meter
  2. Lebar ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 5,18 meter
  3. Luas ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 61,5384 m2
  4. Ukuran tinggi tiang net: 1,55 meter
  5. Ukuran tinggi atas net: 1,52 meter
  6. Ukuran dari jarak net hingga garis service: 1,98 meter
  7. Ukuran jarak dari garis service hingga ke bagian sisi lapangan luar: 3,96 meter



Sarana Prasarana Olahraga Bulu tangkis
  • Lapangan

Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar halaman 10. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain.
  • Net dan Tiang

Net terbuat dari tali halus dan berwarna gelap, lubang-lubangnya berjarak antara 15 mm. Panjang net sebaiknya sesuai dengan lebar lapangan yaitu 6,10 meter dan lebarnya 76 cm, dengan bagian atasnya mempunyai pinggiran pita putih selebar 7,5 cm. Tiang net ditancapkan tepat pada titik tengah ujung garis samping  lapangan. Untuk ganda tinggi tiang 155 cm. Bagian paling atas net di bagian tengah berjarak 1,524 meter dari permukaan lantai dan pinggiran lapangan berjarak 1,55 meter di atas garis tepi permainan ganda.
  • Kok

Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik. Berat kok kira-kira 5,67 gram.
  • Raket

Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket. Panjang raket 67,95 cm, kepala raket mempunyai panjang 29,21 cm, lebar 22,86 cm.
  • Senar

Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
  • Sepatu


Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat, bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.

Sunday, 31 July 2016

Teknik dan Taktik Dasar Olahraga Bulu Tangkis Beserta Cara Melatihnya



Teknik dan Taktik Dasar Olahraga Bulu Tangkis Beserta Cara Melatihnya

Pengertian Taktik dan Teknik
Teknik adalah suatu proses gerakan yang dianggap efektif dan efisien serta rasional untuk melaksanakan tugas atau aturan dengan baik dalam permainan/ pertandingan/ perlombaan.
Taktik adalah gaya seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan suatu teknik yang sifatnya individual maupun kelompok dalam suatu permainan/ pertandingan/ perlombaan. Biasanya berupa siasat untuk menjalankan teknik berdasarkan kemampuan yang dimiliki.

Teknik Dasar Permainan Bulu tangkis

  • Cara Memegang Raket

Ada 2 cara pegangan raket yaitu : Forehand dan Backhand.
Pegangan raket cara forehand: Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping, pegang raket seperti menjabat tangan ( bentuk V ) pada gagang raket. Jari tengah, jari manis, dan  kelingking menggenggam raket sedangkan jari telunjuk agak terpisah. Letakan ibu jari    diantara tiga jari dan jari telunjuk.
Pegangan raket cara backhand: Geser V tangah kearah dalam. Letaknya disamping dalam, bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.
  • Gerakan kaki ( footwork )

Kecepatan gerak kaki untuk bisa menghasilkan pukulan yang berkualitas.  Gerak langkah ke depan, belakang, samping saat memukul kok dengan memperhatikan keseimbangan. Gerak langkah meluncur cepat sangat efektif dalam memukul da hindari berdiri dengan telapak kaki saat menunggu datangnya kok.
  • Sikap dan Posisi

Berat badan tetap bertumpu pada kedua kaki agar seimbang. Tekuk kedua lutut dan berdiri dengan ujung kaki sehingga posisi pinggang tetap tegak. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi sejajar atau salah satu didepannya. Lengan dengan siku bengkok di samping badan sehingga lengan bagian atas  yang memegang raket bebas bergerak. Kepala raket lebih tinggi dari kepala kita.
  • Hitting Position ( posisi memukul )

Overhead ( atas ) untuk right handed  adalah posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan di belakang kaki kiri. Saat memukul harus terjadi eprpindahan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri. Posisi badan harus dibelakang bola yang akan dipukul. Untuk underhead posisi kaki kanan selalu di depan dan kaki kiri dibelakang. Lutut kanan dibengkokkan, kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul. Footwork maju mundur.
  • Service

Service forehand pendek: kok dipukul dengan ayunan raket yang relative pendek dan tidak menggunakan tenaga pergelangan tangan.
Service forehand tinggi: kok dipukul dengan tenaga penuh, kedua kaki terbuka selebar pinggul. Dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan dari kaki belakang ke kaki depan secara continue. Biasanya digunakan pemain tunggal.
Service backhand: kai kanan di depan kaki kiri, ujung kaki kanan mengarah ke sasaran yang diinginkan. Titik berat badan di kedua kaki. Ayunan raket relatif pendek hanya didorong peralihan berat badan dari kai belakang ke depan.
  • Pengembalian service

Teknik pengembalian servis, sangat penting dikuasai dengan benar oleh setiap pemain bulutangkis. Arahkan kok ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau   ke sudut depan atau belakang lapangan lawan.
  • Underhand

Saat memukul kok, gunakan tenaga kekuatan siku dan pergelangan tangan, hingga gerakan lanjut dari pukulan ini berakhir di atas bahu kiri. Perhatikan, agar telapak kaki kanan tetap kontak dengan lantai sambil menjangkau kok ada dua jenis yaitu clear underhand dan flick underhand.
  • Overhead clear/ lob

Pegangan forehand, pegang raket pada posisinya disamping bahu. Posisi kaki kanan di belakang kaki kiri, saat memukul terjadi perpindahan beban badan. Posisi badan dibelakang bola. Bola dipukul seperti gerakan melempar. Saat perkenaan tangan harus lurus. Lecutkan pergelangan saat terkena bola.
  • Smash

Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan   utamanya untuk mematikan lawan.
  • Dropshot ( pukulan potong )

Adalah pukulan yang dilakukan seperti smes. Perbedaannya pada posisi raket saat perkenaan dengan kok. Bola dipukul dengan dorongan dan sentuhan yang halus. Dropshot (pukulan potong) yang baik adalah apabila jatuhnya bola dekat dengan net dan tidak melewati garis ganda.
  • Netting

Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang baik yaitu apabila bolanya dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.


Cara Melatih Teknik Dasar Permainan Bulu tangkis

  1. Pegangan raket: siswa dilatih membiasakan diri memegang raket dengan benar dan luwes tetapi bertenaga. Melakukan gerakan kearah kanan dan kiri menggunakan tenaga pergelangan tangan. Gerakan pergelangan tangan ke atas dan bawah, memukul kok ke tembok.
  2. Footwork: latih dengan gerakan kaki cepat ke kanan dan kiri, depan belakang.
  3. Sikap dan posisi tubuh: posisikan tubuh dengan sempurna dan bergerak leluasa.
  4. Hitting Position: dari tengah ke depan sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dengan kaki kiri kemudian kaki kanan. Dari tengah ke belakang dan dari depan ke belakang.
  5. Service: menggunakan kok yang dilakukan dengan sejumlah kok  secara berulang – ulang. Berlatih dengan tekun agar dapat melakukan gerakan ini sampai dapat menguasai gerakan dan ketrampilan service dengan utuh baik dan sempurna.
  6. Pengembalian service: biasakan latihan dengan mengarahkan kok ke sisi kanan dan kiri lapangan lawan ke sudut depan atau belakang lapangan lawan. Psinsipnya penempatan kok yang tepat, lawan akan bergerak untk memukul kkok sehingga ia terpaksa meninggalkan posisi strategisnya.
  7. Underhand: cara yang efektif untuk menguasai teknik dasar ini adalah mencitakan suasana berlatih bersama tim dengan memukul kok yang diarahkan relative jauh dari jangkauan, berlatihlah dengan tekun dan selalu mengevaluasi sendiri kesalahan yang dilakukan agar tidak dulangi lagi. Untuk pemula dengan lemparan banyak bola dan untuk koordinasi dengan langkahkan kaki kanan.
  8. Overhead clear/ lob: untuk pemula pertama – tama latihan dengan cara mengumpan dengan lemparan bbola agar timing memukul bisa diperoleh. Untuk alat bantu guna membiasakan gerakan dan memperoleh timing memukul yang pas, gunakan gantungan kok yang bisa diatur ketinggiannya.
  9. Smash: latihan fleksibilitas yang diikuti kekuatan. Denggan service atas kemudian dismash.
  10. Dropshot: berlatih gerak tipu.
  11. Netting : berlatih melakukan netting dengan pukulan paling renddah mendekati limit net.

Friday, 29 July 2016

Pengertian Membaca dan Membaca Cepat Menurut Para Ahli



Pengertian Membaca

Membaca sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa merupakan suatu masalah yang mendapat banyak perhatian dalam kehidupan manusia. Perhatian ini berakar kepada kesadaran akan pentingnya arti, nilai, dan fungsi membaca dalam kehidupan bermasyarakat. Hal inilah yang menyebabkan beraneka ragamnya pengertian membaca.

Membaca adalah pengucapan kata-kata dan perolehan kata dari bahan cetakan.Kegiatan ini melibatkan analisis dan pengorganisasian berbagai keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya pelajaran, pemikiran, pertimbangan, perpaduan, dan pemecahan masalah yang berarti menimbulkan penjelasan informasi bagi pembaca.
  • Tarigan (1985:32) memberikan pengertian membaca sebagai berikut, “Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui kata-kata atau bahan tulis  dan memetik serta memahami arti yang terkandung didalam bahan yang tertulis.”
  • Hodgson (1960:43-44) mendefinisikan membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak di sampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.
  • Anderson (1972:209-210) dari segi linguistik mendefinisikan membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process) berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding).
  • Soedarsono (1993:4) mengemukakan bahwa membaca adalah “aktivitas yang kompleks dengan mengarahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah, meliputi: orang harus menggunakan pengertian, khayalan, dan mengamati dan mengingat-ingat.”

Berdasarkana uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses berpikir yang termasuk di dalamnya memahami, menceritakan menafsirkan arti dari lambang-lambang tertulis dengan melibatkan penglihatan, gerak mata, pembicaraan batin, dan ingatan.

Pengertian Membaca Cepat Menurut Para Ahli

  • Pengertian membaca cepat menurut Tampubolon (1990) Membaca cepat adalah membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya kecepatan itu dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan. Artinya, seorang pembaca cepat yang baik, tidak menerapkan kecepatan membacanya secara konstan di berbagai cuaca dan keadaan membacanya. Penerapan kemampuan membaca cepat itu disesuaikan dengan tujuan membacanya, aspek bacaan yang digali (keperluan) dan berat ringannya bahan bacaan.
  • Pengertian membaca cepat menurut Nurhadi (2005) : Speed reading atau membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan untuk mengelola secara cepat proses penerimaan informasi dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaan. Nurhadi juga mengungkapkan bahwa membaca cepat mengandung berbagai implikasi seperti tujuan membaca, kebiasaan, penalaran, dan bahan bacaan. Seorang pembaca cepat tidak berarti menerapkan kecepatan membaca yang sama pada setiap keadaan, suasana, dan jenis bacaan yang dihadapinya Artinya, seorang pembaca yang baik, tidak menerapkan kecepatan membacanya secara konstan diberbagai cuaca dan keadaan membaca. Dalam membaca cepat pembaca mengutamakan kecepatan namun tidak mengabaikan pemahaman tentang apa yang dibaca.
  • Pengertian membaca cepat menurut Hernowo (2005) Membaca cepat adalah kegiatan merespon lambang-lambang cetak atau lambang tulis dengan pengertian yang tepat dan cepat.
  • Pengertian membaca cepat menurut Colin Rose (2002) Membaca cepat adalah keterampilan yang sangat bermanfaat untuk keperluan membaca sekilas dan pemahaman secara cepat serta biasanya mencegah kita bosan.
  • Pengertian membaca cepat menurut Praptanti : Membaca cepat yaitu suatu aktivitas membaca yang bertujuan agar dalam waktu yang relatif singkat bisa mendapatkan hasil yang banyak.
  • Pengertian membaca cepat menurut Keke T. Aritonang (2006) Membaca cepat adalah membaca dengan kecepatan tinggi, hampir keseluruhan materi dibaca dalam waktu tertentu yang disertai dengan pemahaman isi 70%. Materi dalam hal ini adalah jumlah kata yang terkandung dalam suatu bacaan, sedangkan waktu tertentu artinya untuk memahami materi bacaan memerlukan waktu. Waktu yang dipergunakan dalam membaca cepat adalah satuan waktu, yaitu menit. Dan pemahaman isi bacaan 70% artinya, setelah selesai membaca sekurang-kurangnya pembaca menguasai isi bacaan sebanyak 70%.
  • Menurut Prastiti : Membaca cepat dilakukan jika pembaca ingin memperoleh gagasan pokok wacana dalam waktu relatif singkat, tetapi juga mendapat hasil bacaan yang banyak. Dua faktor yang tidak dapat diabaikan pada jenis membaca ini adalah kecepatan dan ketepatan. Hal-hal yang dapat menghambat cara membaca cepat harus dihindari seperti regresi, vokalisasi, membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan lain-lain.

Thursday, 28 July 2016

Morfologi: Morfem Bebas dan Morfem Terikat beserta Contohnya dalam Bahasa Jawa



Pengertian Morfologi

Morfologi sebagai bagian dari ilmu kebahasaan,mempelajari struktur intern kata,tata kata atau tata bentuk , Morfologi mengkaji unsur dasar atau satuan terkecil dari suatu bahasa. Satuan terkecil atau satuan gramatikal terkecil itu disebut morfem.

Morfem bebas adalah morfem yang dapat muncul dalam ujaran tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam ujaran.

Morfem terikat adalah  morfem yang tidak dapat muncul dalam ujaran tanpa digabung dulu dengan morfem lainnya.

Morfem bebas
morfem yang dapat muncul dalam ujaran tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam ujaran
Contoh:
Rumput: Suket
Ayam: Pitik
Gigi: Untu
Mangga: Pelem
Batu: Watu
Pintu: Lawang
Tanah: Lemah
Hidung: Irung
Mata: Moto
Ikan: Iwak
Burung: Manuk
Kaki: Sikil
Pohon: Wit
Rumah: Omah
Ular: Ulo
Celana: Katok
Wajah: Rai
Kasur: Amben
Nasi: Sego
Kelambi: Baju

Morfem terikat

morfem yang tidak dapat muncul dalam ujaran tanpa digabung dulu dengan morfem lainnya
Contoh:

Kerjakne              à Kerjakan (-ne : morfem terikat)
Jikokne                à Ambilkan (-ne : morfem terikat)
Gawakne             à Bawakan (-ne : morfem terikat)
resikne                 à Bersihkan (-ne : morfem terikat)
lebokne                à Masukkan (-ne : morfem terikat)
Tanduri                à Tanamkan (-i : morfem terikat)
Sikile                   à Kakinya (-e : morfem terikat)
Pupuran               à Bedakan (-an : morfem terikat)
Mangkata            à Berangkatlah (-a : morfem terikat)
Prapatan              à Perempatan ( pra-, -an : morfem terikat)
Sangertine           à Semengertinya (sa-, -ne : morfem terikat
Sakarepe             à Semaunya (Sa-, -e : morfem terikat)
Magawe              à Bekerja (Ma- : Morfem Terikat)
Pertelonan           à Pertigaan (Per-, -an : morfem terikat)
Kapinteran          à Kepinteran (Ka-, -an :morfem terikat)
Babati                 à Tebaskan (-i : morfem terikat
Gulingan             à Berguling (-an : berguling)
Golekne              à Carikan (-ne : morfem terikan)
Dolanan              à Mainan  (-an : morfem terikat)

Lemparne           à Lemparkan (-ne : morfem terikat)

Pengertian Pendidikan, Landasan Pendidikan, Serta Asas Pendidikan



Pengertian Pendidikan, Landasan Pendidikan, Serta Asas Pendidikan
  • Pengertian Pendidikan

Pendidikan sebagai gejala universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia, karena selain pendidikan sebagai gejala, juga sebagai upaya memanusiakan manusia. Berikut ini akan dikemukakam beberapa pengertian pendidikan menurut para ahli:
  1. Menurut Rusli Lutan (1994) mengemukakan bahwa “pendidikan pada hakekatnya tetap sebagai proses membangkitkan kekuatan dan harga diri dari rasa ketidakmampuan, ketidakberdayaan, keserbakekurangan”.
  2. Djuju Sudjana (1996:31) tentang modal itu dalam dirinya sendiri yang tersirat dalam “human capital theory”, bahwa manusia merupakan sumber daya utama, berperan sebagai subyek baik dalam upaya meningkatkan tarap hidup dirinya maupun dalam melestarikan dan memanfaatkan lingkungannya. Menurut teori-teori ini konsep pendidikan harus dirasakan atas anggapan bahwa modal yang dimiliki manusia itu sendiri meliputi : sikap, pengetahuan, keterampilan dan aspirasi. Dengan perkataan, “modal utama bagi kemajuan manusia tidak berada di luar dirinya melainkan ada dalam dirinya, dan modal itu sendiri adalah pendidikan.
  3. Menurut George F. Knelled Ledi dalam bukunya yang berjudul Of Education (1967:63), pendidikan dapat dipandang dalam arti teknis, atau dalam arti hasil dan arti proses. Dalam artinya yang luas pendidikan menunjuk pada suatu tindakan atau pengalaman yang mempunyai pengaruh yang berhubungan dengan pertumbuhan atau perkembangan jiwa (mind), watak (character), atau kemampuan fisik (physical Ability) individu, pendidikan dalam arti ini berlangsung terus menerus (seumur hidup) kita sesungguhnya dan pengalaman seluruh kehidupan kita (George F. Knelled, 1967:63) dan pendidikan, Demands A. Kualitative concept of experience (Frederick Mayyer, 1963:3-5). 4. Selanjutnya menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk emmiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirinya, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Jadi dapat disimpulkan, pendidikan adalah proses sepanjang hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan semua komitmen manusia sebagai individu, makhluk sosial dan sebagai makhluk Tuhan. Dalam pendidikan, secara implicit terjalin hubungan antara dua pihak, yaitu pihak pendidik dan pihak peserta didik yang di dalam hubungan itu berlainan kedudukan dan peranan setiap pihak, akan tetapi sama dalam hal dayanya yaitu salling mempengaruhi guna terlaksananya proses pendidikan (transformasi pendidikan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan yang tertuju kepada tujuan-tujuan yang diinginkan.

  • Pengertian Landasan Pendidikan

Secara leksikal, landasan berarti tumpuan, dasar atau alas, karena itu landasan merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar pijakan. Titik tolak atau dasar pijakan ini dapat bersifat material (contoh: landasan pesawat terbang); dapat pula bersifat konseptual (contoh: landasan pendidikan). Landasan yang bersifat koseptual identik dengan asumsi, adapun asumsi dapat dibedakan menjadi tiga macam asumsi, yaitu aksioma, postulat dan premis tersembunyi.
Pendidikan antara lain dapat dipahami dari dua sudut pandang, pertama dari sudut praktek sehingga kita mengenal istilah praktek pendidikan, dan kedua dari sudut studi sehingga kita kenal istilah studi pendidikan. Praktek pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang atau lembaga dalam membantu individu atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan pedidikan. Kegiatan bantuan dalam praktek pendidikan dapat berupa pengelolaan pendidikan (makro maupun mikro), dan dapat berupa kegiatan pendidikan (bimbingan, pengajaran dan atau latihan). Studi pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang dalam rangka memahami pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

Fungsi Landasan Pendidikan
Pendidikan yang diselenggarakan dengan suatu landasan yang kokoh, maka prakteknya akan mantap, artinya jelas dan tepat tujuannya, tepat pilihan isi kurikulumnya, efisien dan efektif cara-cara pendidikan yang dipilihnya, dst. Dengan demikian landasan yang kokoh setidaknya kesalahan-kesalahan konseptual yang dapat merugikan akan dapat dihindarkan sehingga praktek pendidikan diharapkan sesuai dengan fungsi dan sifatnya, serta dapat dipertanggungjawabkan.

  • Pengertian Asas Pendidikan


Asas pendidikan memiliki arti hukum atau kaidah yang menjadi acuan kita dalam melaksanakan kegiatan pendidikan.